Arti nama anakku

by hawarihadi

Singkatnya:
Mikail Shira Aydin Hadi
Pemimpin perkasa pembawa rejeki yang selalu bernyanyi untuk kesejahteraan, cerdas dan memandu kearah kebaikan.

Panjangnya:
Pernahkah terpikir oleh kalian, apa nama yang akan diberikan pada anak kelak nanti? Harapan apa yang disertakan dalam setiap kata dan hurufnya?

Apa yang akan dijawab jika ada yang menanyakan apa ratinya nama itu? Apa yang akan dikatakan ketika si anak dapat pertayaan dari guru atau temannya, “Apa arti namamu?” belum lagi, nenek, kakek, paman, bibi, tetangga, dan lingkungan yang peduli terhadap sang pemilik nama.

Internet dan buku arti nama adalah pilihan utama, segala rujukan akan dipertimbangkan dalam pemikihan kata ini. Setelah itu menyatukan nama agar enak didengar antara kombinasi setiap katanya merupakan hal yang cukup sulit, apa lagi sebelum nama ditentukan sudah ada nama keluarga yang tercantum di bagian belakangnya: Hadi. Tibalah Istriku sepulang kantor membawa sedaftar nama dan artinya dalam lembaran kertas hasil cetak. Operasi pun dilakukan, butuh seminggu untuk meyakinkan nama anak kami sudah pasti.

Sebuah kata pastilah bermakna. Makna pun akan bercabang sesuai dengan konteks keadaan dan lingkungannya. Tidak jarang sebuah kata bermakna ganda, yang tidak berhubungan satu sama lain. Jadi, Arti yang mana yang dimaksud dengan nama yang diberikan itu? Apa alasannya? Bagaimana sejarahnya? Pertanyaan ini sangat lazim ditemui.

Ada contoh kasus seperti ini ketika aku memberikahukan pada dunia tentang nama anakku.
Para penanya : apa nama anakmu?
Aku : Mika, Mikail Shira Aydin Hadi
Tanggapannya
Fu : gue jadi inget (toko bangunan) Material.
Do : bukan, kaya plastik itu loh!
Mama Dieta : Ga boleh lho ngasih nama anak dengan nama malaikat, harus ada belakangnya [doh.. kan dah disebutin tadi ada tiga kata yang mengikuti Mikail]
Mee : ih lucu, namanya ga pasaran, dan ga ngikutin trend.
Mike : kok nama depannya sama kaya aku?
Mama Age : ah nama mah apa aja, yangpenting harapannya bagus.
Papa Age : kalo cewek jadi Mikaila dong?
Adik Dieta : kalo gitu panggilnya Ma’il saja. (tokoh dalam suatu serial komedi situasi di TV)
Dsb. Dsb.

Bias semua arti yang ku maksud, Jadi, izinkan aku bercerita, cita yang tersemat dalam sebuah nama: Mikail Shira Aydin Hadi.

Bagian I : Mikail

Sejak dulu aku tidak ingin anakku bernama denga huruf depan A atau Z. Karena jika di absen di sekolah, selalu urutan pertama atau terakhir, yang selalu sial jika ditanya Bu guru tentang pelajaran. Hehe, ini sih dari pengalaman burukku saja. Aku suka belum siap jika dipanggil pertama kali, sering grogi. Sempat kubertanya ke Mama Papa “Kenapa sih aku harus bernama dengan huruf awal A?” Jadi hufuf bukan A atau Z adalah langkah pengamanan saja.

Aku selalu mengagumi malaikat, baik dari cerita guru agama, filem di TV dan bioskop, cerita orang tua, dan tentunya pencarian pencerahan yang kulakukan. Malaikat tidak pernah jelas asal usul namanya. Tapi ia mempunyai tugas yang sangat menentukan untuk membantu Tuhan menjalankan dunia ini. Soal Tuhan yang perlu dibantu akan dibahas di tulisan lain agar tidak menyimpang dari topik.

Sebagai kaum muda, selayaknya aku menyukai hal-hal pemberontakan, anti mainstream dan tidak suka hal-hal pasaran. Aku menyukai sesuatu yang ekslusif. Malaikat apa yang tidak pasaran? Menurutku malaikat yang paling sering disebut di Indonesia dan Islam pada umumnya adalah Jibril. Walaupun jibril itu hebat dan akan menjadi kata nama yang bagus, aku jadi tidak begitu suka.

OK, Malaikat apa lagi yang popular tapi ga pasaran, teringan Azrael, kucingnya penyihir Garamel dalam komik Smurf yang kebetulan juga menjabat sebagai malaikat pencabut nyawa. Humm kucing itu memang lucu, tapi azrael akan memberikan kesan menyeramkan. Mertuaku sepertinya tidak akan setuju. Apalagi diawali denga huruf A, jadi ku gagalkan.

Siapa lagi? Ridwan, Malik? Ah sudah banyak yang pakai nama ini. Rokib, Atid dan yang lainnya tidak begitu cocok sebagai nama. Ditelinga gak aneh didengarnya. Isrofil, sang musisi (kalo ga salah: peniup sangkakakala).. hummm lumayan.. tapi belum sreg, mungkin nanti untuk anak selanjutnya.

Jadilah pilihanku tertuju pada Mikail, yang guru agama SD ku bilang, tugasnya adalah menurunkan hujan. Mikail/Mikhail adalah malaikat yang mengatur angin, menurunkan hujan/petir, membagikan rezeki pada manusia, tumbuh-tumbuhan juga hewan-hewan dan lain-lain di muka bumi ini. OK, Mikail kalo begitu, kucari informasi lanjut tentang Mikail, yang ternyata kontrofersial. Cukup unik untuk nama seorang anak dari Agung Hawari Hadi dan Agwina Dieta.

Mika, selain enak di ucapkan, terdengan lucu dan menarik. Satu harapan bahwa anakku kelak jadi pusat perhatian, sehingga disayang lingkungannya. Mika memang mengikatkan pada sejenis plastik tipis namun keras, melambangkan sesuatu yang bersinar mengkilap, fleksibel namun tak cepat rusak. Satu harapan lagi tentang keberhasilan dalam pekerjaan, luwes tapi berpendirian kuat.

Menurut sebuah situs gudang nama di internet, Mikail itu: sebuah nama anak laki-laki, adalah bahasa Slavia (Slavic) berasal dari kata Michael yang artinya “
Who is like God”. Secara bahasa memang cukup aneh: “ yang seperti Tuhan”. Tapi Aku menafsirkannya: ”Berpribadi sesuai dengan jalan Tuhan”. Singkatnya: “Ridho Allah”.

Kutipan kitab suci :
Al Baqarah ayat 98 :
[98] Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya,
rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah
musuh orang-orang kafir.

Dan pula kontroversinya cukup panjang. Salah satunya adalah:

Sebagian ulama juga membenci pemberian nama dengan nama-nama malaikat,
seperti Jibril, Mikail, Israfil dan lain-lain.

http://www.mail-archive.com/daarut-tauhiid@yahoogroups.com/msg04212.html

saya malas membacanya, tapi selayaknya gossip di infotainment, kontroversi akan menambah bumbu ketertarikan.

Lengkapnya tentang mikail bisa di baca di wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Malaikat_Mikail , atau di bawah sini.

Bagian II : Shira

Shira, adalah kata dari bahasa Hebrew yang artinya : nada atau nyanyian. Sebagai seniman, ingin rasanya membubuhkan nada dalam hidup sang anak, agar budi-nya halus, memahami keindahan dan penuh sopan. Satu lagi harapan tentang perkembangan pikiran yang seimbang antara rasional dan estetika, otak kiri dan kanan.

Dalam bahasa lain (maaf saya lupa) Shira juga berarti kesejahteraan.

Bukan shiro anjing yang menjadi objek penderita di film kartun shinchan. Bukan juga sirah, yang artinya kepala dalam bahasa sunda.

Bagian III : Aydin

Aydin adalah nama untuk anak laki-laki yang berasal dari bahasa Arab yang artinya: Cerdas. Tak usah di jabarkan lagi, saya piker ini cukup jelas.

Bukan pintar, bukan cerdik, bukan rajin, bukan genius apalag picik. Tapi CERDAS! Jika anda tahu perbedaan(arti )nya (selain dari huruf, bunyi dan sebagainya) maka anda adalah orang yang cerdas!

Bagian IV : Hadi
Ini adalah nama warisan keluarga, yang kalo ga salah, Mika adalah generasi ke-4 yang menggunakan marga Hadi. Masih baru memang tapi diharapkan terus berkembang. Kenapa memakai nama keluarga? Sebagai anak yang lahir di lingkungan metropolitan dan dibesarkan di lingkungan suku jawa, sunda, dan sebagainnya, pemakaian nama keluarga adalah hal yang baru. Karena banyak keluarga yang tidak memakainya dalam akte maupun keseharian. Di bagian barat Indonesia Nama keluarga masih banyak dipakai terutama di bilangan suku Batak seperti Simamora, Sitompul, Lubis, Panjaitan dan sebagainya. Kalo ga salah juga di Minang, (suku keluarga istri) saya juga tidak memasukkan nama keluarga dalam akte, hanya dalam gelar keaderahan dan menjadi Fam saja. Misalnya “kau adalah orang chaniago”, atau “Saya lahir di keluarga besar Gusti”.

Nama keluarga dipakai di dunia ini. Arab dengan bin atau binti nya, “Abdullah bin Abu Thohir bin Yusuf”. Atau di dunia barat yang menyertakan nama keluarga seperti “Jean-Luke Peterson” atau “John Carpenter”. Apa alagi sekarang sudah mengadopsi cara barat dalam pengisian formulir: Nama Keluarga: … Nama Depan: … . jadi saya pikir memang sudah sebaiknya menyertakan nama keluarga dalam nama anak saya.

Nama keluarga juga penting untuk men-trace asal usul seseorang. Jadi riwayat hidup pun akan lebih mudah di susuri, Inginkah anda diingan oleh turunan anda nanti, kalo saya sih ingin.

Saya menganut paham warisan turunan Laki-laki, jadi nama keluraga diberikan ke anak laki-kali sebagai ahli waris yang akan menerus kan nama keluarga ke turunan berikutnya. Sementara pada anak perempuan tidak harus dimasukkan karena ia akan berganti nama keluarga pada saat menikah dengan laki-laki yang akan meneruskan turunannya. Memang ada beberapa orang yang memasukkan dua nama keluarga walaupun telah menikah seperti “Pamela Lee-Anderson”.

Hadi ternyata memiliki makna yang sangat dalam sebagai penutup iringan nama, yaitu: Pemandu ke arah kebenaran. Jadi karena simpang siurnya arti nama, apapun nama anak saya kelak, nama itu adalah arti yang mengarah ke kebaikn, bukan sebaliknya.

Singkatnya:
Mikail Shira Aydin Hadi
Pemimpin perkasa pembawa rejeki yang selalu bernyanyi untuk kesejahteraan, cerdas dan memandu kearah kebaikan.
—————————————————————————————————-
Disarikan dari Wikipedia:

ISLAM
Mikail/Mikhail adalah malaikat yang mengatur angin, menurunkan hujan/petir, membagikan rezeki pada manusia, tumbuh-tumbuhan juga hewan-hewan dan lain-lain di muka bumi ini. Dikatakan setiap satu makhluk yang memerlukan rezeki untuk hidup di dunia ini akan diselia rezekinya oleh satu malaikat Karubiyyuun.
Malaikat Mikail adalah salah satu di antara pembesar malaikat yang empat. Ia dicipta oleh Allah SWT selepas malaikat Israfil dengan selisih kira-kira lima ratus tahun. Dari kepala malaikat Mikail hingga kedua telapak kakinya berbulu Za’faron. Jika seluruh air di lautan dan sungai di muka bumi ini disiramkan di atas kepalanya, nescaya tidak setitikpun akan jatuh melimpah. Di atas setiap bulu-bulunya, terdapat sebanyak satu juta muka.
Setiap muka malaikat Mikail ini pula mempunyai satu juta mulut dan setiap mulut mempunyai satu juta lidah manakala setiap lidah-lidahnya boleh berbicara satu juta bahasa atau lisan. Setiap satu juta lisan tersebut adalah membaca istighfar pada Allah SWT bagi orang-orang mukmin yang berdosa.
Setiap satu juta muka atau wajahnya mempunyai satu juta mata. Tiap-tiap matanya sentiasa menangis kerana memohon rahmat bagi orang-orang mukmin yang berdosa. Tiap-tiap matanya yang menangis itu mengeluarkan tujuh ribu titisan air mata dan setiap titisan air mata itu Allah SWT ciptakan satu malaikat Karubiyyuun yang serupa dengan kejadian malaikat Mikail Setiap malaikat-malaikat ini ditugaskan untuk bertasbih pada Allah SWT sehingga hari kiamat.
Imam Ahmad rah. dengan sanadnya, dari Anas bin Malik RA, ketika Rasulullah SAW Mikraj ke langit baginda ada bertanya pada malaikat Jibril: “Mengapa aku tidak pernah nampak malaikat Mikail tertawa?”
Malaikat Jibril menjawab: “Malaikat Mikail tidak pernah tertawa semenjak neraka diciptakan”
Kalimat terakhir serem juga ya?

Mikail dalam Angelologi dan Okultisme
Para okultis modern menghubungkan Mikail dengan warna merah, arah selatan dan unsur api.
Dalam bentuk-bentuk okultisme lainnya, Mikail disebut sebagai roh planet Merkurius. Dia adalah penguasa hari Minggu dan Kamis. Ia adalah campuran dari movitasi, keaktifan dan keberhasilan. Konon ia adalah pembawa karunia kesabaran, dan malaikat karier, keberanian, keberhasilan, ambisi, motivasi, dan tugas-tugas kehidupan. Warna lilin Mikail adalah oranye, putih dan emas. Energi warnanya adalah oranye, ungu, putih, kristal, emas, dan coklat.
Dalam Kitab Urantia, Yesus dan Mikail dianggap sama, seperti yang diyakini oleh Saksi Yehuwa.

Budaya popular

Paradise Lost karya Milton
Dalam puisi epik bahasa Inggris Paradise Lost oleh John Milton, Mikail memimpin pasukan malaikats yang setia kepada Allah dalam melawan kekuatan pemberontak yang dipimpin Setan. Dengan bersenjatakan pedang dari perlengkapan senjata Allah, Mikail mengalahkan Setan dalam suatu perkelahian pribadi, dan melukai pinggangnya.

Peranan dalam The Exorcist
Menurut sebuah buku harian yang ditulis oleh Rm.Raymond Bishop, seorang pastur Yesuit di Universitas St. Louis, sekadar menyebut nama St. Mikail menyebabkan seorang anak laki-laki berumur 13 tahun mengalami parut-parut pada tubuhnya pada suatu eksorsisme (pengusiran setan). Menjelang akhir eksorsisme itu, anak tersebut mendapat penglihatan tentang Iblis dan sepuluh penolongnya yang terlibat dalam suatu pertempuran sengit melawan St. Mikail. Pada suatu saat, ketika bermimpi, malaikat itu tersenyum kepada anak itu dan berkata “Dominus” (Tuhan). Tak lama kemudian, anak itu berseru, “Setan! Setan! Aku adalah St. Mikail, dan aku perintahkan engkau Setan, dan roh-roh jahat lainnya untuk meninggalkan tubuh ini dalam nama Dominus, Segera. Sekarang! SEKARANG! SEKARANG JUGA!”
Buku harian Rm. Bishop digunakan oleh William Peter Blatty sebagai dasar untuk bukunya, The Exorcist, dan belakangan, oleh Thomas B. Allen, dalam bukunya 1993 Possessed: The True Story of an Exorcism.

Film “Michael
Mikail sang Penghulu Malaikat merupakan tokoh utama, yang diperankan oleh John Travolta, dalam sebuah film 1996 Michael. Film ini adalah sebuah komedi tentang seorang “malaikat yang tidak lazim” yang ditemukan hidup di Bumi.

Komik DC Lucifer Michael
Michael Demiurgos adalah seorang tokoh terkemuka dalam komik Lucifer yang ditulis oleh Mike Carey. Di dalam cerita ini, ia adalah saudara dari Lucifer Bintang Fajar dan digambarkan sebagai kekuatan Allah karena ia menguasai demiurgos di dalam tubuhnya yang digunakan oleh Allah dalam penciptaan alam semesta. Lucifer melepaskan kekuatan batin ini di dalam Mikail yang terluka, sehingga melahirkan kosmosnya sendiri dalam rangkaian kisah ini.

Sejarah
Malaikat Mikail (bahasa Ibrani מיכאל Micha’el atau Mîkhā’ēl, bahasa Latin Michael atau Míchaël) adalah penghulu malaikat atau pemimpin bala tentara sorga yang disebut dalam Kitab Wahyu 12:7. Dalam Alkitab Ibrani Mikail hanya disebutkan namanya dalam konteks Persia dari Kitab Daniel pasca-pembuangan. Hanya dalam Daniel sajalah Mikail muncul— sebagai “salah seorang pangeran kepala” yang dalam penglihatan Daniel datang untuk menolong malaikat Gabriel dalam pergumulannya melawan malaikat Persia. Ia juga digambarkan sebagai pembela Israel (10:21, 12:1). Tradisi Talmud menerangkan bahwa namanya berarti dia “yang seperti El (Allah)” (tetapi secara harafiah berarti “Serupa dengan El”) (bandingkan dengan Mikha, salah satu nabi yang belakangan), namun menurut Rabi Simeon ben Lakish (230-270 M), semua nama yang spesifik dari para malaikat dibawa kembali oleh orang-orang Yahudi dari Babel. Banyak penafsir modern yang setuju dengan pernyataan ini.
Mikail adalah salah satu malaikat utama dalam tradisi Abrahamik. Namanya konon adalah seruan peperangan para malaikat dalam pertempuran yang mereka lakukan di sorga dalam melawan Setan dan para pengikutnya.
Tokoh Mikail diduga berasal dari Khaldea sebagai dewa atau roh pelindung. Ia diterima oleh orang-orang Yahudi dan kemudian muncul sebagai malaikat penting dalam cerita rakyat Yahudi sehingga ia dihormati sebagai malaikat pelindung bangsa-bangsa (dari 70 atau 72 negara menurut sumber-sumber lain). Ia tidak kehilangan kehormatannya. Biasnya sepenuhnya dipahami karena ia merupakan favorit bangsa pilihan Allah.
Banyak cerita yang lebih terinci dari Midrash yang belakangan tentang Mikail masuk ke dalam mitologi Kristen melalui Kitab Henokh dan dari situ diterima dan dikembangkan lebih jauh. Dalam Kekristenan Abad Pertengahan akhir, Mikail bersama-sama dengan St George menjadi pelindung kaum ksatria, dan pelindung dari first ordo ksatria pertama dari Prancis, Ordo Santo Mikail pada 1469. Dalam sistem kehormatan Britania, sebuah kelas ksatria dibentuk pada 1818 dan juga dinamai mengikuti kedua santo ini, Order of St Michael and St George.
Umat Katolik dan Kristen Ortodoks menyebutnya sebagai St. Mikail Penghulu Malaikat dan juga dalam bentuk yang lebih singkat sebagai Santo Mikail.

Kitab Daniel
Nabi Daniel mendapatkan suatu penglihatan setelah berpuasa selama beberapa waktu lamanya. Dalam penglihatan itu, seorang malaikat yang disebut Mikail sebagai pelindung Israel (10:13, 21). Belakangan dalam penglihatan itu (12:1), kepada Daniel diberitahukan bahwa Mikail will akan membela Israel pada masa kesengsaraan yang akan datang. Setelah itu Mikail tidak disebut-sebut lagi dalam Kitab Suci Ibrani.

Kitab Yosua
“Panglima bala tentara Tuhan” yang dijumpai oleh Yosua pada tahap-tahap awal peperangannya di Tanah Perjanjian (Yosua 5: 13-15) mempunyai cirri-ciri Mikail Penghulu Malaikat, sebagai utusan sorgawi yang tidak disebutkan namanya, yang bersifat adikodrati dan kudus, dan kemungkinan diutus oleh Allah:
Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: “Kawankah engkau atau lawan?” Jawabnya: “Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.” Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: “Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?” Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.” Dan Yosua berbuat demikian. (Yosua 5: 13-15 TB )
Tradisi rabinik
Menurut tradisi rabinik Yahudi, Mikail bertindak sebagai pembela Israel, dan kadang-kadang harus berperang melawan raja-raja bangsa-bangsa lain (bdk. Dan. 10:13) dan khususnya dengan malaikat Samael, penuduh Israel. Permusuhan Mikail dengan Samael berasal dari masa ketika ia dibuang dari sorga. Samael memegang sayap Mikail, yang ingin dibawanya bersamanya dalam kejatuhannya, namun Mikail diselamatkan oleh Allah (Midrash Pirke R. El. xxvi.).
Para rabi menyatakan bahwa Mikail mulai menjadi pembela sejak masa para leluhur di Alkitab. Jadi, menurut Rabi Eliezer ben Jacob, Mikail-lah yang membebaskan Abraham dari api ketika ia dibuang ke dalamnya oleh Nimrod (Midrash Genesis Rabbah xliv. 16). Mikail pulalah, yang merupakan “seorang pelarian ” (Kejadian 14:13), yang memberitahukan kepada Abraham bahwa Lot telah ditawan (Midrash Pirke R. El.), dan yang melindungi Sarah dari pencemaran yang akan dilakukan oleh Abimelekh. Ia mengumumkan kepada Sarah bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia melepaskan Lot dari kehancuran Sodom (Talmud B. M. 86b).
Dikatakan pula bahwa Mikail-lah yang menghalangi Abraham dari mengorbankan Ishak dengan menggantikannya dengan seekor domba jantan, dan menyelamatkan Yakub, ketika ia masih berada di rahim ibunya, sehingga ia tidak dibunuh oleh Samael (Midr. Abkir, in Yalḳ., Gen. 110). Belakangan Mikail mencegah Laban melukai Yakub (Pirke R. El. xxxvi.). Menurut sebuah sumber, Mikail pulalah yang bergumul dengan Yakub, dan yang belakangan memberkatinya (Targum pseudo-Jonathan to Genesis 32:25; Pirke R. El. xxxvii.).
Midrash Exodus Rabbah mengatakan bahwa Mikail melakukan fungsinya sebagai pembela Israel pada masa pembebasan dari Mesir juga, ketika Satan (sebagai lawan) menuduh bangsa Israel melakukan penyembahan berhala dan menyatakan bahwa dengan demikian mereka layak mati dengan tenggelam di Laut Merah (Ex. R. xviii. 5). Tetapi menurut Midr. Abkir, ketika Uzza, malaikat pelindung Mesir, memanggil Mikail untuk memohon di hadapan Allah, Mikail tetap membungkam, dan Allah sendirilah yang membela Israel.
Legenda menjadikan Mikail sebagai guru Musa; sehingga bangsa Israel berutang kepada pembela mereka untuk Torah yang sangat baik. Gagasan ini dirujuk dalam Midrash Deuteronomy Rabbah xi. 6 dalam pernyataan bahwa Mikail menolak untuk mengantarkan jiwa Musa kepada Allah dengan alasan bahwa ia adalah guru Musa.
Mikail dikatakan telah menghancurkan bala tentara Sankherib (Midrash Exodus Rabbah xviii. 5), suatu perbuatan yang biasanya dikatakan telah dilakukan oleh malaikat yang tidak disebutkan namanya tetapi mungkin hal ini dilakukan oleh Uriel, Gabriel, atau lain-lainnya. Ia juga dikatakan sebagai malaikat yang berbicara kepada Musa di belukar yang terbakar (kehormatan ini biasanya diberikan kepada Zagzagel). Ia diterima dalam dongeng-dongeng rakyat pula sebagai pelindung khusus Adam. Konon dialah malaikat pertama di seluruh sorga yang sujud menyembah di hadapan umat manusia. Mikail kemudian tetap menjaga keluarga pertama, tetap waspada memelihara mereka bahkan setelah kejatuhan Adam dan Hawa dan setelah mereka dikeluarkan dari Taman Eden. Dalam Kitab Adam dan Hawa yang apokrif, Mikail mengajarkan Adam bagaimana caranya bercocok tanam. Penghulu Malaikat belakangan membawa Adam ke sorga dengan sebuah kereta berapi, dan mengantarkannya meninjau tempat kediaman kudus itu.
Setelah kematian Adam, Mikail menolong meyakinkan Tuhan untuk mengizinkan agar jiwa Adam dibawa masuk ke sorga dan dibersihkan dari dosa-dosanya yang besar. Legenda Yahudi juga menyatakan bahwa Mikail adalah salah satu dari tiga “orang” yang mengunjungi Abraham. Dikatakan bahwa dialah yang berusaha melindungi Israel dari pembuangan oleh Nebukadnezar dan menyelamatkan Bait Allah dari kehancuran, tetapi dosa-dosa umat Israel begitu besarnya sehingga ia tidak berdaya untuk melaksanakan maksudnya itu.
Ada sebuah legenda yang tampaknya aslinya adalah Yahudi, dan yang diambil oleh orang-orang Koptik, sehingga akibatnya Mikail menjadi orang pertama yang diutus Allah untuk membawa Nebukadnezar untuk melawan Yerusalem, dan bahwa Mikail setelah itu sangat aktif dalam membebaskan bangsanya dari Pembuangan di Babel (Amélineau, “Contes et Romans de l’Egypte Chrétienne,” ii. 142 et seq.). Menurut sebuah midrash, Mikail menyelamatkan Hananya dan rekan-rekannya dari tungku api (Midrash Genesis Rabbah xliv. 16). Mikail juga aktif pada masa Ester: “Semakin Haman menuduh Israel di muka bumi, semakin kuat Mikail membela Israel di sorga” (Midrash Esther Rabbah iii. 8). Mikail pulalah yang mengingatkan Ahasveros bahwa ia berutang kepada Mordekhai (Targum to Esther vi. 1). Ada sebuah legenda bahwa Mikail menampakkan diri kepada imam agung Yohanes Hirkanus, dan menjanjikan bantuan kepadanya (bdk. Josephus, “Ant.” xiii. 10, § 3).

Legenda tentang Mikail dengan naga yang terkenal itu muncul dari pergumulan Mikail melawan Samael (dengan iblis, menurut Assumptio Mosis, x.). Legenda ini tidak ditemukan dalam sumber-sumber Yahudi kecuali sejauh Samael atau Setan disebut dalam Kaballah “si ular tua itu”.
Gagasan bahwa Mikail adalah pembela orang-orang Yahudi menjadi begitu meluas sehingga meskipun terdapat larangan para rabi agar umat tidak memohon kepadapara malaikat sebagai perantaraan antara Allah dan umat-nya, Mikail belakangan menduduki suatu tempat tertentu dalam liturgi Yahudi. Ada dua doa yang ditulis yang berisi permohonan kepadanya sebagai pangeran belas kasih agar menjadi perantara untuk membela Israel: yang satu dikarang oleh Eliezer ha-Kalir, dan yang lainnya oleh Judah b. Samuel he-Hasid. Tetapi permohonan kepada Mikail tampaknya jauh lebih umum pada masa-masa kuno. Jadi Yeremia dikatakan (Baruch Apoc. Ethiopic, ix. 5) pernah berdoa kepadanya. “Ketika seseorang sangat membutuhkan, ia harus berdoa secara langsung kepada Allah, dan bukan kepada Mikail ataupun Gabriel” (Yer. Ber. ix. 13a).
Sehubungan dengan sifat persembahan yang dibawa oleh Mikail ke mezbah, salah satu pandangan mengatakan bahwa persembahan itu berupa jiwa-jiwa orang-orang yang benar, sementara menurut yang lainnya, persembahan itu berupa domba-domba yang berapi. Pandangan pertama, yang meluas dalam tulisan-tulisan mistik Yahudi, menjelaskan kedudukan penting yang diduduki oleh Mikail eskatologi Yahudi. Gagasan bahwa Mikail adalah Kharon dari masing-masing jiwa, yang lazim ditemukan di antara orang Kristen, tidak terdapat dalam sumber-sumber Yahudi, tetapi bahwa ia bertanggung jawab atas jiwa-jiwa orang yang benar muncul dalam banyak tulisan Yahudi.
Mikail dikatakan pernah berdiskusi dengan Samael mengenai jiwa Musa (Midrash Deut. Rabbah xi. 6.) Menurut Zohar, Mikail mendampingi jiwa-jiwa orang yang saleh dan menolong mereka memasuki pintu gerbang sorgawi Yerusalem. Dikatakan bahwa Mikail dan bala tentaranya ditempatkan di pintu-pintu gerbang sorgawi Yerusalem dan mengizinkan masuk kepada jiwa orang-orang yang benar. Fungsi Mikail adalah membuka pintu-pintu gerbang, juga termasuk pintu gerbang keadilan bagi mereka yang adil. Juga dikatakan bahwa pada hari kebangkitan Gabriel akan meniup trompet dan kubur-kubur akan terbuka dan orang-orang mati akan bangkit.

In fact, kami baru tahu nama tersebut
Sebagaimana kami baru tahu
bahwa nama Mikail juga disandang
oleh salah seorang anak Cak Nur, Ahmad Mikail Majid

Suka-suka dia aja mo gimana ama arti namanya nanti.. hihihi