hawarihadi

Anak ku sudah lahir

March 9, 2009 · Leave a Comment

berita singkat aja yah:

Nama: Mikail Shira Aydin Hadi
TTL: RS Fatmawati, Jakarta Senin 2 Maret 2009 jam 04:30

Berat: 1900gr
Panjang: 49cm

Proses: Sesar karena pre-eklamsia si ibu, dilahirkan prematur pada Minggu ke 32
Status si Ibu dan anak : Sehat

lengkapnya ikuti di facebook ku atau facebook anakku :D

→ Leave a CommentCategories: 1

Singa udara dan padeh nian (Jalan-jalan ke Bangka. Part#2)

January 11, 2009 · 1 Comment

Kabar terdengar dari loadspeaker di gerbang A7. Suara itu berasal dari pegawai maskapai penerbangan singa udara, yang kami percaya untuk membawa kami ke Pangkal Pinang. Kabar baiknya, pesawat telah tiba, walaupun ngaret setengah jam. Kabar buruknya, pesawatnya salah parkir, di gerbang A2. Jadilah para calon penumpang berbondong-bondong hijrah ke gerbang A2 melewati kumpulan perokok di koridor tadi.

Jalan memutar sampai tiba di aspal landasan. Mengantri kami masuk pesawat, sementara gerimis dengan malu-malu menemani. Duduk berjejeran kami sekeluarga. Pramugari sibuk menukar kursi untuk yang hamil dan manula. Sementara pesawat menuju landasan, mereka berpantomim untuk mempragai perihal keselamatan. Tanpa ekspresi sama sekali. Aku berani bertaruh mereka sangat bosan melakukannya, sama sepertiku yang bosan menonton gerakan kaku itu.

Tak lama pesawat lepas landas, dan saya pun memulai ritual. Menyalakan pemutar audio di telepon selular yang di-flightmode-kan. Menyumbat telinga dan membuat daftar lagu. Kali ini malas membuatnya. Kupilih ‘all’ saja. Laluna pun berpentas untukku pribadi. Setelah itu berurutan Muse, Catatonia, Orgy, Club 8, Static X, dan lupa lagi. Playlist dengan genre yang berantakan itu mengiringiku memejamkan mata. Mungkin ku telah tertidur, ku terjaga saat turbulensi mengguncang pesawat cukup lama. Tema lagunya: Icon of Coil – dead enaugh for live. Halah! Jadi seram sendiri. Tapi takut iu tidak dapat mengalahkan kantukku, kembali ku terlelap.

Gedubrak! Dan pesawat terguncang dahsyat. Agh suara apa itu? Apakah pesawat ini jatuh? Takutku muncul seketika. “Astaghfirullah!” Latahku. Ku buka mata, ternyata pesawat baik-baik saja. Tadi itu guncangan dan suara pendaratan. Huh! Pendaratan paling kasar yang pernah kualami. Sementara dengan tidak sopannya kupingku yang masih tersumbat earphone mengumandangkan lagu nu reggae ‘… If i die before i wake… In heaven …’. Sial!

Tiba sudah kami di pandara pangkal pinang. Sebuah bandara imut yang mungkin tak lebih besar dan jauh lebih sepi dari terminal bis Kampung Rambutan. Berjalan menunggu bagasi, dan ke tempat parkir dimana kami ditunggu oleh staf mertua.

Saya lupa namanya. Ia orang Bangka asli. Dengan logat bangkanya, ramah sekali ia berbicara.

Ia melajukan kami langsung ke rumah makan. Ya, ini sudah tengah hari, dan kami sangat lapar. Putri Minang, sebuah rumah makan padang menjadi pilihan. Walau pelayanannya agak lambat tapi masakannya menggugah selera.

Tak beda dengan warung padang yang lain, segala lauk tumpah ruah di meja kami. Tak perlulah disebutkan. Bedanya, disini masakan padangnya tak basa-basi pedasnya. Huah! Terbakar lidah ini rasanya. Kalo bicara sambil kepedasan sudah mirip orang padang. ” huoh, pedesy! Minto air es satuoh”.

Bersambung…

→ 1 CommentCategories: 1

Jalan-jalan ke Bangka. Part#1

January 10, 2009 · Leave a Comment

4:30! Tersentak tubuhku diguncang istriku. “Pak bangun! Kita harus berangkat pagi”. “Mau kmana sih?” Pikirku belum sadar. Setelah keras mengingat baru terlintas, Pangkal Pinang, Bangka! Segera berusaha bangun untuk mandi. Argh! Sisa meriang tadi malam belum selesai juga. Merinding kulitku terkena udara subuh. “Ah, dia baik sekali. Sudah ada air panas dikamar mandi”, pikirku. Air itu habis seketika. Tak ingin ku berlama-lama di kamar mandi. Setelah memasukkan koper ke mobil, segera kami meluncur ke Cibubur, kediaman mertua.

Sambil menunggu supir kami sarapan. Sepiring nasi hangat dan kentang goreng balado yang ada telur puyuh dan udangnya menggelitik rasa lapar. Aku makan dengan lahap tetapi khawatir. Aku tak biasa sarapan. Akankah perutku memberontak siang nanti?

Tak lama supir datang. Aku, istriku, kedua mertua dan adik ipar berpamitan pada sisa isi rumah, berangkat dengan inova hitam ke bandara Sukarno-Hatta. Betewe, ngapain sih ke bangka? Selain jalan-jalan, ada rekan mertua yang hajatan. Kami berniat datang memenuhi undangannya. Dan pula aku belum pernah kesana. Alasan tepat tuk melancong, kabur dari keseharian.

Sesampainya di bandara, ada berita penerbangan kami ditunda. Sial. Hari mulai siang, dan perut mulai lapar. Tergoda aku tuk mengambil donat jeko yang sengaja dibawa untuk oleh-oleh. Tapi tidak tega juga. “Tahanlah lapar barang sebentar”, benakku menggurui. “Mungkin merokok dapat hilangkan lapar”, susulnya. Lagian AC ruang tunggu gerbang terminal A7 terasa sangat dingin dikulitku. Ataukah hanya aku yang sedang tidak enak badan?

Tadi sebelum masuk terminal mencium bau asap rokok di koridor. Mungkin ada kawasan merokok. Kulangkahkan kaki ke sana. Alamak! Koridor di depan pintu terminal itu buram dengan asap rokok. Ada orang yang merokok sambil duduk, berdiri, baca koran, dengarkan wakman, nonton tivi: acara gosip dari telepon selularnya. Bahkan ada yang merokok sambil tiduran, beralaskan koran dan berbantal tas.
Ironinya, disepanjang dinding koridor ditempelkan stiker larangan merokok. Mereka acuh saja. Bahkan ada yang merokok tepat di depan rambu itu. Bah! Kalo sampai begini keterlaluan sekali! Baik para perokok yang tidak tahu aturan dan sopan santun, maupun pihak bandara yang tak memberikan fasilitas kawasan merokok di ruang tunggu gerbang terminal. Aku iseng mengabadikannya dengan kamera. Masih saja mereka cuek mengepulkan asap. Kuurungkan niatku merokok, lalu ke toilet, pipis.

Bersambung…

→ Leave a CommentCategories: blah
Tagged: , , ,

Gendongan bayi ber-model Miyabi?

January 5, 2009 · 1 Comment

Jalan-jalan ke BabyShop nyari gendongan bayi,.. maunya sih yang warna merah item biar seragam kalo eyeliner ada job. Ketemu lah di barisan paling belakang, setengah tak percaya ternyata modelnya Maria Ozawa.. kalian tau lah mustinya.. ini potonya kalo ga percaya

→ 1 CommentCategories: 1

DIY iSync SE T700 – gagal – tapi berhasil

January 5, 2009 · 1 Comment

 

sync2

catatan beberapa hari yang lalu…

 

Sial, ternyata HP baruku blon di dukung sama iSync nya Mac. 

Gugling bolak balik, iSync plugins nya ga ada, kalo ada pun kudu bayar. 

Baru sempet gugling lagi dan ketemu situs cara bikin iSync plugin sendiri.. dan bisa deh

address book dan iCal terhubung dengan baik

tapi masih ada pesan error nyang bilang sinc failed, dan suruh restart the phone.

ya kurestart.. blung!! sekarang ga bisa lagi… hiks..

 

update beberapa hari sesudahnya:

tapi penasaran maen ke situs SE.. eh udah ada plugins nya.. sial.. tau gitu ga usah repot-repot..

→ 1 CommentCategories: Gadget · Ponsel

SE T700 specs

January 5, 2009 · Leave a Comment

ngopi dari situs sebelah.. lumayan buat pamer..

T700

London, UK – August 7, 2008 – Shine with the new Sony Ericsson T700, a phone with slim elegance that will help you stand out from the crowd. This flawless phone combines timeless design and premium features for the mainstream market. Snap a great shot with the 3.2 megapixel camera and share it with your friends on your blog or web page. Boogie to the beat from the exquisite sound of the built-in stereo speakers, or through your phone’s colour-matched headset.
T700
Be the envy of your friends with the T700. Building on the heritage of the style icon Sony Ericsson T610, theT700 has the robust set of must-have features that you’d expect from a Sony Ericsson phone – but with the slim elegance that takes centre stage in a premium handset. At just 10mm thin this phone has a timeless yet fresh Sony Ericsson design and is complete with a 3.2megapixel camera and self-portrait mirror – ideal for those who are always well groomed and take pride in their appearance and possessions.

T700

“Become a real head turner with the T700” said Sven Totté, Head of Marketing for the design category at Sony Ericsson. “Sleek and shiny, the slim elegance of the T700 gives users a premium experience at a mid-range price point – perfect for the design conscious. Everyone who bought and adored the iconic T610 will be keen to get their hands on the new T700.”
T700
The T700 is the quick way to add more emotion when you’re in motion. Download film clips and view in vivid colours thanks to the 2” TFT display.
T700
The new T700
Hey, good looking

  • The perfect slim elegant phone – slick stick design with premium metal finish
  • 3.2 megapixel camera – snap a great shot and share with your friends via your blog or web page
  • High quality stereo speakers – share your music with friends
  • Colour matched headset – colour co-ordinate your accessories with your phone
  • High speed sharing – via the operator network or Bluetooth™
  • 512MB memory card memory in box – and even more to expand
  • 2” TFT display – add more emotion when you’re in motion, download film clips and view in vivid colours

T700
The T700 is a slim elegant phone for the mass market – whether you want a phone that looks good or one that is perfect to show off in an important business meeting.

T700

The T700 will be available from early Q4 of 2008 in three colours T700Black on Silver, T700Black on Red and T700Shining Silver.
T700
T700 Specifications:

  • GSM/GPRS/EDGE 850/900/1800/1900, UMTS/HSDPA 2100
  • Mid-range stick phone
  • Screen: 240 x 320 pixels, 2-inch, TFT
  • Camera: 3.2-Mp with fixed focus
  • Phone memory: 25 Mb +  M2™ support (512 Mb in box)
  • Access NetFront™ Web browser
  • Bluetooth 2.0 with A2DP-support
  • Geo tagging, Google Maps™
  • FM-Radio, PlayNow™, TrackID™
  • Weight: 78 gr, sizes: 104 x 48 x 10 mm

→ Leave a CommentCategories: Gadget · Ponsel

Gadget Baruku: SE T700

January 5, 2009 · 4 Comments

baru saja merasakan ejuknya koneksi HSDPA. Telat memang, tapi gimana lagi, baru saja ada [memaksakan] sedikit tabungan punya jabang bayi. Abis sering diomelin bos karena ga bisa dihubungi. Ya, Saya telah terikat kontrak mari untuk dapat dihubungi 24/7. 

 

 

ROKR E1

ROKR E1

HP kesayangan [Motorola ROKR E1 putih kebanggaan dengan suara speaker yang sangat dahsyat dan ber iTunes pula! selain iPhone: mac banget deh] telah habis masa jayanya, LCD mati 4titik berjajar, menutupi display status batt dan sinyalnya, sering restart tiba-tiba. dan parahnya.. sering ilang sinyal. Yah, maklum HP seken dan sudah uzur..

 

 

sudah beberapa bulan terakhir merengek pada istri tuk dibelikan HP ber HSDPA untuk internetan diluar kantor jika ada keperluan mendesak. Tanya sana sini, pilihan jatuh pada SE K630. HP BerHSDPA termurah yang pernah ada. Dan mungkin beberapa HP sekelasnya.

 

Jalanlah kami ke Pusat perbelanjaan, dimana ada konter SE didalamnya. Masuk sebentar… jrengg!!! ada HP mungil ipis nan elok dibalut warna merah dan hitam. Ou My Truck!! It’s My color, Its my live.. Jatuh cinta pada pandangan pertama. Kupegang dummy nya. “wow! feels very right in my hand!.” Ternyata harganya jauh dari budget K630. OK, sementara kembali ke K630 dan seri Gxxx yang saya lupa. Murah memang, tapi sudah tak minat lagi. hiks..

 

setelah berunding sengit dengan istri, akhirnya kami putuskan untuk membelinya. Daaaaaaan … ternyata barangnya tidak ready.. adanya yang warna silver!. Bah!.. Tak putus asa, kami mengitari kota bogor untuk mendapatkannya.. akirnya dapat, walau tokonya tanpa AC dan tidak ber SPG semanis yang tadi.

 

SE T700

SE T700

 

 

kubawa pulanglah SE T700 baruku ini.. seperti biasa, semingguan tidak lepas dari tangan.. uliiik teruuussss..

→ 4 CommentsCategories: Gadget · Internet · Ponsel

PrintServer Linksys PSUS4

October 15, 2008 · 1 Comment

PrintServer Linksys PSUS4


Printserver ini tidak terdeteksi saat saya sudah selesai pasang semua kabel, printer, jaringan dan semua teman-temannya. Padahal, saya sudah menggunakan setup-wizard yang datang bersama dalam bentuk cd, tetap saja tidak terdeteksi.

Akhirnya Wiro sms saya link hasil searching ke Google di sini dan di sini.

Problem mereka sama persis. Tidak terdeteksi. Jadi saya lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Lepaskan semua kabel apapun yg tercolok di printserver itu
  2. Colok kembali kabel power, dan tekan tombol reset (pakai ujung pen) selama 10 detik
  3. Pasang kembali semua kabel
  4. Install Bi-Admin dari CD (jangan pakai setup wizard)
  5. Nah, cobalah berdoa, semoga bisa terdeteksi dengan menggunakan Bi-Admin tersebut.

Rupanya, secara default, printserver tulalit (karena untuk trial and error mendeteksinya saja saya menghabiskan 3 hari kerja) ini diset ke IP address 169.254.25.233. Jadi, jika kelas IP address komputer kita tidak sama, tentu saja tidak akan pernah terdeteksi. Sayangnya, IP address default ini mengapa tidak dicantumkan di brosur atau manualnya?

Jika masih belum terdeteksi juga dengan menggunakan Bi-Admin, cobalah ubah IP-address kita ke kelas yang sama dengan printserver itu, misalnya ke 169.254.25.230. Sehabis itu, masuk ke Firefox (atau browser lainnya) dan ketikan 169.254.25.233 ke textboxt alamat url. Akan muncul menu admin dari printserver ini. Segera ubah IP addressnya ke kelas IP address jaringan kita.

Dan segalanya akan bisa disetting kemudian

Specs:
Lynksys (Cisco Systems)
model PSUS4
1 USB port untuk printer
4 port 10/100 switch (auto MDI/MDI-X crossover detect)

→ 1 CommentCategories: Uncategorized

Koneksi Internet Cable Fastnet (FirstMedia), dan Cara Share Internet ke Komputer lain

September 24, 2008 · 12 Comments

 

Intenet ConnectionFirstMedia mengeluarkan produk TV cable dan Internet cable dengan tarif relatif murah banget jika dibandingkan dengan layanan ISP lainnya di Indonesia
Saat ini untuk TV cable tersedia paket seharga Rp.99.000,- dan Rp.145.00,- perbulan (belum termasuk ppn) , sedangkan untuk koneksi internet cable unlimitedtersedia paket Fastnet 384kbps Rp.99.000,- perbulan, Fastnet 512kbps Rp.195.000,- perbulan,Fastnet 768kbps Rp.295.000,- perbulan, Fastnet 1500kbps Rp.595.000,- perbulan, danFastnet 3000kbps Rp.1.195.000,- perbulan (semua harga tersebut belum termasuk ppn)
Coverage area saat ini baru ada di daerah daerah tertentu di Jabotabek dan Surabaya, bisa dicek di websitenyahttp://www.firstmedia.com

Minggu ini jaringan Firstmedia sudah mencapai di area perumahan saya di Tangerang. 2 hari yang lalu saya langsung mendaftar internet cable melalui sales yang nongkrong promosi di sekitar perumahan saya, pelayanannya cukup memuaskan, siang daftar sore langsung dipasang, langsung online, tanpa syarat macam-macam hanya dicatat identitas dan gratis tanpa biaya pendaftaran.
Saya memilih paket internet Fastnet 768kbps seharga Rp.295.000,- setelah dikenai ppn menjadiRp.324.500,- perbulan. Untuk paket Fastnet 768kbps ke atas modem intenet kabel dipinjamkan gratis, kita cukup hanya modal komputer atau laptop saja, dan tidak diharuskan untuk berlangganan tv cable.
Sedangkan untuk paket internet Fastnet 384kbps dan Fastnet 512kbps pelanggan diharuskan membeli modem seharga Rp.500.000,-, untuk paket internet Fastnet 384 kbps pelanggan diwajibkan berlangganan TV cable seharga Rp.99.000,-

Untuk kecepatan koneksi saat saya tulis artikel ini mencapai 788 kbps download dan 123 kbps upload 

Saat ini kecepatan memuaskan karena bisa lebih tinggi dari kecepatan yang dijanjikan 768 kbps

Setelah berhasil mengakses internet menggunakan laptop saya, saya mencoba untuk sharing koneksi internet ke komputer teman-teman saya satu rumah kontrakan. Saya coba gunakan switchD-Link DES-1008D ternyata gagal untuk sharing internet, kemudian saya coba gunakan Router D-Link DL -524 juga gagal. Switch dan router yang saya sebutkan tersebut selama ini sudah saya gunakan untuk sharing internet menggunakan akses internet Speedy dengan lancar tanpa setting macam-macam.

Kemudian saya coba lakukan setting ulang sharing internet menggunakan Router D-Link DL -524dan ternyata sharing internet kabel dari fastnet bisa dilakukan, baik menggunakan jaringan kabel lan RJ-45 maupun jaringan wirelles dari router tersebut.
Account internet tv kabel Fastnet sebenarnya hanya diperuntukkan untuk personal, hanya bisa digunakan di satu komputer saat pemasangan pertama. Proteksi dilakukan berdasar MAC address. MAC (Media Access Control) adalah alamat unik di dalam ethernet card. MAC bisa dilihat menggunakan perintah ipconfig/all pada command prompt dan terlihat pada tulisan Physical Address : (misalnya: 00-16-52-EF-1A)

Dengan menggunakan Router kita bisa melewati proteksi MAC address tersebut, yaitu dengan melakukan Clone MAC Address saat menyetting router. Untuk Router D-Link DL -524 langkah setting adalah dengan membuka control panelnya melalui browser dengan alamathttp://192.168.0.1/ default username:adminpassword:dikosongkan saja, kemudian klik Run Wizard, dan tinggal ikuti saja langkah-langkah yang ada disitu

1. Set Your New Password
2. Choose your timezone
3. Set Intenet Connection (di langkah ini klik clone MAC Address)
4. Set Wirelles Conection
5. Restart

Setelah langkah di atas dilakukan, sharing internet kabel sudah dapat dilakukan menggunakan 4 port kabel RJ-45 dan koneksi wireless yang terdapat pada Router D-Link DL -524 tersebut.

Gambar di bawah ini adalah skema share Internet Cable Menggunakan Modem Cable Motorolla SB5101 dan Router DL-524
share_internet_cable.jpg

Untuk penggunaan switch atau hub (bukan router) misalnya switch D-Link DES-1008D , sepertinya tidak bisa dilakukan, karena tidak bisa digunakan untuk clone MAC address. Namun saya mendapat ide dari buku Seni Teknik Hacking I karangan S’to ,yang belum saya coba yaitu penggunaan software K-MAC untuk merubah MAC address masing-masing komputer, disamakan dengan MAC address komputer/laptop pertama yang dipakai saat pemasangan internet kabel. Software K-MAC bisa didapatkan di website http://www.neset.com

Sekian dulu artikel saya tentang koneksi Internet kabel Fastnet, tolong dikoreksi jika ada yang salah, karena saya bukan ahli jaringan komputer.

 

source:

http://cakwid.net/internet/koneksi-internet-cable-fastnet-firstmedia-dan-cara-share-internet-ke-komputer-lain.htm

→ 12 CommentsCategories: Opini
Tagged: , , , , , , , ,

Enabling registered users do add content

September 24, 2008 · Leave a Comment

Although Joomla is one of the most advance CMS available, there are some things that I really don’t like/agree with. One of these things is the complex Access Control List. There are too many different user types and registered users have no permission to add content to the site. They need to be upgraded from “Registered” to “Author”. Still, and Author can only create content, but not publish it. Only a Publisher can publish content. And between Author and Publisher there is still the Editor, that can create and edit content, but can’t publish. As you can see, there are too many different user types (and I forgot to mention the Manager and Administrator types also availabel for the frontend. On the backend, another long list exhists).

 

If this complex organization was not enough, you cannot specify a default user type, so everybody that registers becomes a “Registered User”, without permissions to add content. The Joomla solution is to go to the administration backend  and switch the user to the group you think it fits (one of the listed above). However, if you want a user to be able to create, publish and edit it’s OWN content, it’s not possible rigth now. Registered users can only create content and Publishers can publish content from all users, so none of this types is good for our needs. After reading on foruns about the Joomla ACL (that was inherited just like it is now from Mambo) and about the no-will of Joomla developers to listen to community and change it, the only solution is to change the source code yourself. A very easy solution indeed. Just open the file includes/gacl.class.php and inside the funciton gacl add the lines:

 

$this->_mos_add_acl( ‘action’, ‘add’, ‘users’, ‘registered’, ‘content’, ‘all’ );

$this->_mos_add_acl( ‘action’, ‘edit’, ‘users’, ‘registered’, ‘content’, ‘own’ );

$this->_mos_add_acl( ‘action’, ‘publish’, ‘users’, ‘registered’, ‘content’, ‘own’ );

 

 

This will allow registered users to add any type of content, edit their own content and publish their own content. The same logic applies to other user types in case you want to change any of the permissions on the file.

 

Auto Publishing

 

Another sometimes useful feature not available in Joomla is the frontpage auto-publish of content (the Publisher is the one that decides to put the content in the frontpage or not when he publishes it). This can be achieved with a single change in the file components/com_content/content.php. Search for the line:

 

$row->frontpage         = 0;

 

and replace it with:

 

$row->frontpage         = 1;

 

This will enable frontpage auto-publishing of all your contents. Note: although this may be useful for publishing news in the frontpage, it may not be what you want for when you create articles that are not to display in the frontpage (In this case, you need to uncheck the frontpage publishing box). You should consider wich one is the most common case and decide on the best option for it.

 

source:

http://www.vitorrodrigues.com/blog/2006/10/24/joomla-enabling-registered-users-do-add-content/

→ Leave a CommentCategories: catatan joomla
Tagged: