hawarihadi

Entries tagged as ‘Pengumuman’

huhu.. huhu.. L.A. Light Indiefest news update!

June 3, 2008 · 3 Comments

ini video nya!

silahkan cek ke

http://www.tigotv.net/band400.php?id=80

Untuk info lebih lanjut.
Sementara ku tidak berkata apa-apa dulu..

Categories: Uncategorized
Tagged: , , , , , ,

Mio-ku berumur 30 hari Lenyap – Part #2

May 27, 2008 · 1 Comment

11.30

Menghadap staf asuransi, ku duduk di pojok sebuah gedung yang awalnya adalah dua ruko yang di jebol dijadikan satu ruangan yang cukup luas. Di Kawasan ini memang banyak showrum dan perniagaan otomotif dari service mesin, asesoris, audio, showroom dan lainnya. Perusahaan kredit tidak kalah perannya. Mengunggu Mas Dani — nama petugas asuransi itu — melayani nasabah yang lain, iseng mataku memandang tata letak gedungnya. “Bukan tempat impian tuk menjadi karyawannya” pikirku. Tak lama datanglah giliranku. Ku ulangi lagi aduanku pada si Mas gemuk ini. Sangat koorperatif bila dibandingkan dengan polisi tadi. Ini baru pelayanan!. Aku diterangkan syarat pengajuan klaim asuransi, dan juga berapa banyak yang akan aku terima, lumayan bosan juga. Tapi kudengarkan dengan seksama. karena pegawi asuransi terkenal pintar dalam bermain kata-kata, seperti halnya pengacara dan semua pihak yang mengandalkan komunikasi dalam proses menuju tujuannya. Pada intinya, pelaporan tidak boleh lebih dari 72 jam setelah perkara. Aku dianjurkan untuk segera membuat laporan kehilangn ke kepolisian. Setelah kuterangkan kasus tentang permintaan BPKB, dengan sigap dia mencetak surat keterangan motor itu belum berBPKB karena masih ditahan leasing sampai  cicilan selesai. Mengucap selamat jalan, ia menutup pertemuan kami.

12.30

Tengah hari panas, ku beranjak dari gedung leasing yang ber-AC, menunggu angkot di pinggir jalan ditemani tukang lumpia goreng yang aromanya sangat mengoda. Jadilah ku pesan satu porsi lumpia goreng dan martabak telur mini yang disiram dengan bumbu kacang dan cuka. “Lumayan! dikala lapar seperti ini” pikirku. Tak lupa teh botol dingin ikut andil dalam pembalasan dendam gerahku. Setelah habis, segera kubayar pesananku. Beberapa saat kemudian aku sudah berada di dalam angkot jurusan terminal yang harus disambung lagi beberapa kali Untuk mencapai Polsek Bogor Tengah.

Sesampainya di Polsek Bogor Tengah aku disambut oleh kerumunan orang-orang yang mungkin sedang melaporkan kasus-kasus. Ramai sekali! Aku lasung mendesak masuk dan melapor kepada petugas piket “Pak saya hendak melaporkan kehilangan sepeda motor”. “Oh silahkan duduk di dalam” kata seorang polisi berseragam.” Baru aku menempatkan pantat di kursi, Polisi yang satu lagi berkata agak tegas “Adik tunggu di luar saja!”. Ah gimana sih mereka ini kok ga kompak. Aku keluar lalu mendapati polisi yang menerima teleponku tadi, terlihat dari nama yang tertera di bajunya, “J”. Kuulangi lagi aduanku, “Pak saya yang melapor lewat telepon tadi”. “Ya, tunggu saja disini”. Ternyata benar, aku harus tunggu di luar, membelakangi mereka yang tengah melapor, menghadap televisi bersiaran infotainment yang tidak menarik minatku. Cukup lama, akhirnya ku dipangil ke dalam. 

“Kapan kejadiannya, Mas” sapa polisi pertama yang tadi menyuruhku keluar. “Kemarin subuh, Pak” jawabku. “Wah, kalo kemarin mah sudah lewat! harusnya Anda lapor begitu tahu kejadian, sehinga kami langsung dapat meluncur ke Tekape! Kalau begini Anda harus langsung ke Polresta, sana!” lantangnya ia berbicara dengan bahasa ala polisi yang biasa ku dengar di tontonan Buser. “Saya sudah ke polwil sebelumnya kemarin dan diarahkan kesini. Dan juga tadi saya telah berbicara dengan bapak J dan membenarkan saya harus kesini” ujarku. Sementara Bapak J yang dibicarakan hanya mesem-mesem ga jelas. Mustinya saya dibela. Ini kan karena petunjuk dia! Eh, dia diam saja. Mungin si bapak yang bicara dengan ku lebih senior ataukah memang lebih benar sehinga dia diam seribu satu bahasa. “Tidak bisa diurus disini, Pak? Sementara ini saya hanya perlu surat lapor saja kok”. melasku. “Pokoknya Kamu harus ke polwil!” masih tidak enak intonasi bahasanya. Lagian mungin memang tidak perlu enak. Mereka harus banyak berhadapan dengan penjahat, bukan melayani tamu seperti aku. Tapi aku geram. Bagaimanapun aku adalah pelanggan. Walau bukan dalam urusan niaga, aku harus diperlakukan dengan baik. Hati ku tidak terima. Ingin ku ingat namanya untuk suatu saat melaporkan pada dunia bahwa pelayanan polisi sangat buruk terhadapku. Entah bagaimana dengan yang lain.Tiba-tiba datang seorang polisi berperawakan tinggi, besar dan putih dengan seragam seperti pembawa motor. Dengan sopan ia menerangkan “Toh Adik harus ke Polresta juga nanti untuk interogasi lebih lanjut. Ada baiknya langsung kesana saja, yah!”. Hilang kesalku seketika. Kalo bicaranya gitu kan lebih enak. Segera ku pamit tanpa melihat polisi yang pertama tadi. Berangkat ke Polresta, tidak cukup sekali  angkot tentunya.

Categories: Uncategorized
Tagged: ,

Mio-ku berumur 30 hari Lenyap

May 23, 2008 · 4 Comments

Dear Reader,

Mau Cerita aja tentang raibnya tungganganku, si Memet Musfaidah, seorang skubek Mio keluaran 2008 semoga bermanfaat.

 

Ceritanya dimulai dari pengumuman bahwa sekelompok teman yang bergabung untuk mengekspresikan diri dengan bermusik (baca: band) bernama eyeliner   lolos seleksi  festifal musik indie LA Lights Indiefest dan harus perform audisi kemarin tangal 21 Mei 2008. Karena Harus standby jam 07.30 di RRI Jakarta ( deket monas ) aku pulang cepat, memarkir motor di teras seperti biasa dan pergi tidur. Jam Lima terbangun untuk siap siap berangkat. Dan ternyata setelah melihat keluar… Jeng jeng jeng.. si Mio Hitam itu tal lagi berada di tempatnya, hilang, lenyap tak berbekas. Sedikit panik dan lemas tapi pasrah, melagkah kembali ke kamar. Langsung cuci muka lalu mengungu teman-teman berangkat ke jakarta.

Audisi tidak bisa di tunda, maka menyempatkan diri mampir di kantor PolWil Bogor karena kebetulan dekat dengan stasiun kereta. Didampinngi Do  aku menghadap ke petugas piket. Setelah dipersilahkan duduk dan memberitahu perihal menjadi korban curanmor, si Petugas piket menyalahkan kami, “Mustinya kalian datang ke polsek Bogor tengah, karena TKP nya di si\tu. Mereka lebh  ngerti medannya”. “yaaah pak ga bisa di urus disini? buatkan surat laporannya saja deh” melasku. Polisi itu mungin ga tega dan malah mengajak ngobrol tentang peristiwa. Saya pikir itu wawancara. Beliau pun melai sibuk mengetikkan nama ku di komputernya. Sampai pada pertanyaan “BPKB nya di bawa?” kata si petugas piket. Kujawab “ Tidak pak, ini motor cicilan, belum lunas, belum ada BPKB nya”. “Oooooooo kalo gitu kalian ke leasing nya dulu, minta surat keterangan masih ditahan BPKB nya”. “grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr” geramku. “bukannya dari tadi nanyanya”umpatku dalam hati. Ya sudah, kami keluar kantor polisi tanpa hasil. Berangkatlah kami ke jakarta. Cerita audisinya nanti aja yaaaa…

09.00

Aku bangun dan berniat mengurus Surat lapor tersebut ke kepolisian, tapi ternyata masih harus ke Kantor Imigrasi ngurusin paspor. Dengan tiga kali naik angkot, sampailah aku di Kantor Imigrasi. Orang yang harus kutemui belum datang. Duduk manis aku menonton tivi buram di bangku antrian. Diselang antrian, ingin hati menyempatkan diri tuk mencari informasi bagaimana seharusnya prosedur melaporkan kehilagan ini. Bah! bagaimana cara? HP ku yang keren ini sejak seminggu yang lalu tak isa lagi konek internet. 

Old School way saja lah. Ku telepon penerangan telkom 108. Mbak yang suaranya ketus menjawab “Ada yang bisa saya bantu?”. “Saya minta nomor kepolisian Bogor Tengah, Mbak”. “Tungu sebentar!” katanya. Tidak lama ku menunggu, si Mbak itu memberikan nomornya. “Ada nomor lain?” tanyaku. Kemudian dia memberikan satu lagi nomornya. Ku coba menelpon nomor pertama, nada sibuk yang kuterima. Selanjutnya nomor berikutnya, ada nada panggil, cukup senang ku mendengarnya, dan diangkat..” halo, Ji em ai!” sapa yang di ujung sana. “Bukan kantor polisi Bogor Tengah, Mbak?” kutanya. “Bukan, Mas. Mungkin salah nomor.” Setelah mengucapkan terima kasih, kembali aku menelepon 108 nya telkom. Ada harapan yang menjawab adalah Mbak ketus yang tadi, agar isa ku ketuskan kembali. Ngasih nomor kok ngaco! Ternyata yang menjawab Mbak-mbak yang baik hati. Menjawab telepon dengan manisnya.. aiih.. tidak jadi ketus aku. Diyakinkan aku, tidak ada nomor kantor polisi Bogor Tengah. Hanya kantor polisi Bogor, entah bogor yang mana. “Lho, mbak yang tadi kok ga bilang gitu ya, bikin resah saja”. Tapi masih 2 deret nomor yang sama yang diberi. Berarti datanya yang ngaco atau ga update. Ah menyusahkan saja! Aku menjajal nomor pertama masih tak berhasil, kemudian teringat.. aku kan di kota Bogor yang bernomor area 0251. Kutambahkan 0251 didepan 108. Kembali seorang mbak-mbak yang menjawab. Tidak ketus, tidak manis. Hambar rasanya. Kali ini nomor yang diberikan beda. Hanya satu nomor, dan Mbak Hambar itu yakin ini nomor Kantor Polisi Bogor Tengah. Aku pun yakin, karena yang ditanya adalah penerangan Telkom di Bogor. Tapi membuat satu pertanyaan, masa sih database telepon di indonesia belum online? kan katanya telkom adalah perusahaan telekomunikasi tertua dan terdepan? Cuuuuhhh.. gembel! dasar tukang kabel…..! 

10.00

Ku telepon nomor tadi, ada nada sambung. Bapak polisi J yang menerimanya. Beliau sedang piket, sepertinya. Kuceritakan perihal pecurian motorku kemarin, lengkap dengan kapan kejadiannya serta bagaimana kejadian, dan permintaan polisi piket kemarin di Polwil tentang BPKBnya. Pak J bilang, “Ya benar! Harus ada surat keterangan BPKB nya. Ke leasing dulu minta, nanti baru kesini”. jawabnya tegas, membuat ku yakin untuk ingin segera berangkat ke leasing.

Tapi antrian foto dan sidik jari masih lama, masih ada 7 orang lagi sebelum aku, satu orang cewek tionghoa berbadan porporsonal, dan kulit yang mulus, membuat petugas imigrasinya cengar-cengir, satu orang Mahasiswa Jayapura dengan rambut keriting ajaibnya, 2 orang bapak-bapak ukuran standar, dan Satu mahasiswi berjilbab lebar yang tak membuatku ingin melihat lagi lebih lama lagi, lengkap dengan satu ibu centil dengan anak perempuan yang kaya bola bekel, ga bisa diem. mengingatkanku akan peran di sinetron  Laki-laki takut istri, siapa tu, anak dan istrinya mas Karyo? hehehehe. Huh!! di imigrasi baru beres hampir jam makan siang. Lapar, mengingat belum sarapan! Tapi biarlah, langsung berangkat ke kantor Leasing Adira Finance untuk meminta surat keterangan kredit dan BPKB..

bersambung…

Categories: Uncategorized
Tagged: , , , , , , , , ,

aku akan menikah

May 14, 2008 · 12 Comments

… malu ah …

buat yang kenal dekat dengan saya, silahkan anggap ini sebagai undangan kepada kalian..

yang ga kenal  ya cukup tau aja.. masa mau diundang juga.. :D

baca lebih lanjut untuk lihat/download undangannya.

Undangan Resepsi Pernikahan Dieta & Age

isi coment doong

buat manifesto gue nikah

kalo ga dapet 500 dukungan gue ga bisa mencalonkan diri jadi pengantin nih…. :P

 


Categories: Uncategorized
Tagged: , ,

blank…

May 14, 2008 · Leave a Comment

Kuhapus semua lembaran lama, yang nanti akan ku ganti satu demi satu dengan kisah yang baru..

artinya: maap semua data kehapus, jadi nikmatin aja yang baru ini :D . semoga berkenan di mata kalian.

Categories: Uncategorized
Tagged: , ,