TIPS untuk SBI: Konversi Suara Burung dari Pita Kaset ke Format Digital

by hawarihadi

Sesuai permintaan kolega semeja ( para ksatria meja bundar ) di kantor, aku coba menuangkan Tips sederhana ini. semoga berguna dan berkenan. Oh iya, ini disuguhkan juga di : sbi-info.org

 

Memburu suara burung memanglah asyik, apalagi jika suara yang didapat adalah suara burung langka yang jarang didengar. Ketika birdwatching, salah satu alat paling utama adalah binokuler, tapi jangan lupa membawa perekam suara agar dapat merekam suara burung itu untuk didengarkan lagi di kesempatan yang lain, memperdengarkan pada teman, bahkan membuat suatu koleksi pribadi suara burung hasil rekaman sendiri.
Perekam suara yang dibawa beragam jenisnya, untuk yang masih menggunakan pita sebagai media penyimpanannya akan sedikit kesulitan untuk memindahkan datanya dalam komputer. Berikut saya coba mengulas bagaimana cara untuk mengalihkan suara yang terekam dalam pita kaset ke dalam format digital.More...
Sebelum melakukan pemindahan suara dari pita kaset ke komputer, sebaiknya periksa dulu kondisi suara dari kasetnya. Pastikan suara dari kaset tersebut cukup bagus. Tape recorder harus sering-sering dibersihkan dari kotoran yang ada di head-nya mengunakan pita dan cairan pembersih yang dapat di beli di toko-toko kaset agar suaranya jernih. Atur juga dudukan head dengan memutar baut plus dibawah head memakai obeng kecil sampai mendapatkan suara optimal.
Untuk perangkat lunak, saya memilih menggunakan audacity yang bisa diunduh gratis dihttp://audacity.sourceforge.net/. Audaciti merupakan pilihan yang bijak karena selain gratis, software ini tersedia untuk sistem operasi Mac, Linux dan Windows. Audacity dapat merekam masukan dari line-in sound card ke hardisk. Format berkasnya bisa bermacam-macam, termasuk MP3 yang populer. Post processing, seperti menaikkan volume, mengurangi noise,dan prosesing lainnya bisa dilakukan kemudian.

Menghubungkan tape dengan PC memang cukup mudah. Anda tinggal mencolokkan jack audio out RCA dari tape, atau  bisa juga melalui colokan headphone ke port line in di komputer, yang biasanya berwarna biru dengan kabel stereo 3.5”. Jenis kabel yang dipakai adalah stereo 3.5”  to stereo 3.5” untuk dari jack earphone dan jenis stereo RCA to stereo 3.5”. Kabel ini juga banyak di jual di toko peralatan elekronik.

untitled-1.jpg
Jika menggunakan Windows, atur Line-In dengan mengklik dua kali icon speaker pada system tray atau klik Start > Control Panel > Sounds and Audio Devices. Klik tombol Advanced pada bagian Device Volume dari Control Panel Sounds and Audio Devices. Selanjutnya, hilangkan tanda Mute. Karena secara default Line-In dalam kondisi Mute
Setelah proses koneksi tape recorder ke komputer selesai, sekarang setting Preference pada Audacity. Secara default, input recording dari Audacity adalah mono, bila ingin anda stereo, maka buka preferences dari menu Edit, pilih Preferences. Pada Audio I/O tab, perhatikan di bagian Recording, pada bagian Chanels, pilih 2 (stereo). Selanjutnya, periksa pada bagian inputnya, Anda bisa menset sebagai Line-In ataupun Stereo Mix.

Selanjutnya, masih pada Preference, pilih File Formats tab, Anda bisa mengontrol output format untuk audio. Untuk menghindari insiden overwriting (penulisan ulang) pada file audio, pilih “Make a copy of the file before editing” dibawah “When importing uncompressed audio files” di dalam pilihan Audacity. Pilih WAV (Microsoft 16 bit PCM) sebagai Uncompressed Export Format.

Setelah semua beres, mainkan suara dari tape recorder, dan klik tombol Record pada Audacity. Bila Anda ingin merekam side A secara penuh, biarkan sampai semua suara di sisi A habis. Hal ini tentu saja akan banyak memakan memori Anda. Nah, bila Anda merasa memori harddisk kurang, anda bisa memindahkan File Temp ke direktori lain. Pada Preference, pilih Directories tab pada Location, tentukan sendiri letak File Temp-nya. Setelah semua selesai, Anda tinggal memainkan suara burung tadi dari tape recorder, dan tekan tombol record pada Audacity. Tunggu beberapa waktu sampai semua suara pada kaset habis. Setelah selesai, tekan Stop.

Setelah proses recording selesai, Anda telah punya file Wave yang berisi semua suara dari sisi A. Dari sini Anda bisa memilah-milah untuk dijadikan potongan-potongan. Untuk memotongnya, mainkan suara dari Audacity. Selanjutnya tandai setiap satu bagian suara selesai. Lalu copy dan cut.

Untuk proses copy, Anda tinggal menandai awal dan akhirnya yang akan di copy. Untuk menandainya Anda tinggal mengklik dan geser sesuai suaranya dan pilih Copy pada menu Edit. Setelah itu, pilih New pada  menu file, lalu pilih Paste pada menu edit. Sekarang Anda sudah mempunyai sebuah rekaman suara yang siap dikonversikan ke MP3.
File Wave (.wav) tadi adalah file suara yang tanpa kompresi. Dari segi kualitas suara .wav sangatlah bagus, tetapi jika anda ingin menyebarkannya melalui email atau memasukkannya ke MP3 player baik itu sejenis iPod atau handphone, anda harus mengkompresnya ke format mp3 atau format kompresi lain yang diterima player digital yang dipakai.

Pengkonversian ini juga bermanfaat untuk memperkecil ukuran file sehingga  menghemat ruang penyimpanan di harddisk.
Untuk mengonversikan menjadi file MP3, Anda membutuhkan file LAMEencoder. Tanpa File LAME ini, Audacity tidak bisa dikonversikan langsung ke file MP3. Untuk mendapatkan file LAME, Anda bisa mengunduhnya dari http://lame.sourceforge.net/. Bila Anda tidak  mempunyai file LAME, file suara tadi bisa langsung disimpan pada format WAV, selanjutnya Anda butuh tools yang bisa mengonversikan  file WAV ke MP3 menggunakan WAV converter yang lain.
Selanjutnya, lakukan proses pemilahan seperti di atas untuk setiap  lagunya. Sekarang Anda telah mempunyai suara MP3 dari pita kaset lama.

Selamat mencoba.

A Hawari Hadi

* dari berbagai sumber